PEMBERIAN KUASA DENGAN SURAT KUASA DALAM SISTEM PERADILAN
harianjalegal.com , Hukum Acara Perdata / Oktober 22, 2015

Gambar Surat Kuasa Dulu penggunaan surat kuasa hanya dikenal dalam dunia hukum, akan tetapi saat ini surat kuasa sudah digunakan untuk berbagai keperluan sederhana dalam kehidupan masyarakat. Jika kita melihat aturan hukum di Indonesia Surat Kuasa tidak ada diatur secara detail, namun untuk memahami istilah Surat Kuasa maka kita bisa melihat istilah Pemberian Kuasa terlebih dahulu sebagaimana tertuang dalam Pasal 1792 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”): Pasal 1792 KUHPerdata menyatakan: Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan”. Apabila kita bagi maka pasal tersebut terdiri dari tiga unsur yaitu 1.    suatu persetujuan   2.  pemberian kekuasaan terhadap orang lain  3.    melakukan sesuatu atas nama orang yang menyerahkan kuasa tersebut. Unsur Suatu Persetujuan sebagaimana dimaksud di atas tentunya harus memenuhi Pasal 1320 KUHperdata yaitu mengenai Sepakat, Cakap, Suatu Hal tertentu dan Sebab yang halal. Atas unsur tersebut dinyatakan secara tegas berakibat apa yang dilakukan oleh penerima kuasa merupakan tindakan dari pemberi kuasa secara hukum. Untuk bentuk surat kuasa bisa dilihat di Pasal 1793 KUHPerdata yang berbunyi: Kuasa dapat diberikan dan diterima dengan suatu akta umum, dengan suatu surat di bawah tangan bahkan dengan sepucuk surat ataupun dengan lisan….

Pemalsuan Tanda Tangan Pada Akta Hibah Dan Daluarsa Penuntutannya
harianjalegal.com , Hukum Pidana / Oktober 22, 2015

Pertanyaan: Selamat pagi pak. Apakah memalsukan tanda tangan penghibah di akta hibah dapat dipidanakan? Sedangkan hal ini baru diketahui setelah 20 Tahun Gambar: Ilustrasi Tanda Tangan Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan bahwa Akta adalah Surat tanda bukti yang berisi pernyataan (Keterangan, Pengakuan, keputusan, dan sebagainya) tentang peristiwa hukum yang dibuat menurut peraturan yang berlaku, disaksikan dan disahkan oleh pejabat resmi. Sedangkan Hibah adalah pemberian (dengan sukarela) dengan mengalihkan ha katas sesuatu kepada orang lain, hibah menurut Pasal 1666 KUHPerdata: Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah, di waktu hidupnya, dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup. Dengan dipalsukakannya suatu tanda tangan maka secara otomatis surat tersebut adalah palsu. Dalam ketentuan hukum pidana yang berlaku di Indonesia di atur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) menyebutkan: (1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut…