TIDAK TERLIBAT DALAM MENJUAL WARISAN

November 13, 2015


Pertanyaan:
saya mau bertanya, ada tana warisan Peninggalan orang tua saya yang belum dibagi-bagi. Namun tanah tersebut sudah dijual tanpa melibatkan saya, apa yang bisa saya lakukan secara hukum? dan siapa saja yang menjadi ahli waris itu?
Gambar: Tanah Milik Siapa (Jordanstudio.com)
 
Jawab:
Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”)
Pasal 833 ayat (1)
Para ahli waris, dengan sendirinya karena hukum, mendapat hak miik atas semua barang, semua hak dan semua piutang orang yang meninggal. 
Pasal 832 ayat (1)
Menurut undang-undang, yang berhak menjadi ahli waris ialah keluarga sedarah, baik yang sah menurut undang-undang maupun yang di luar perkawinan, dan suami atau isteri yang hidup terlama, menurut peraturan-peraturan berikut ini. 
Yang artinya adalah ketika ada jual beli atas Tanah warisan, maka seharusnya tanah warisan tersebut disetujui oleh semua ahli waris sebagai pihak yang mendapatkan hak atas tanah tersebut serta menghadap pejabat pembuat akta (notaris). Jika salah satu ahli waris tidak bisa menghadiri pembuatan akta maka dapat membuat surat persetujuan dibawah tangan yang dilegalisir oleh Notaris.
Bagaimana Jika Ada Salah Satu Ahli Waris Tidak Dilibatkan??
jika ada ahli waris yang merasa haknya dilanggar dengan tidak melibatkan dalam proses penjualan tanah warisan tersebut maka ahli waris dapat melakukan gugatan perdata sebagaimana dimaksud pada Pasal 1365 KUHPer yang mengatakan:
Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”
Siapa Yang menjadi Ahli Waris?
Menurut pasal 830 jo. Pasal 832 KUHPer Pewarisan hanya terjadi karena kematian kepada Ahli waris yaitu adanya hubungan darah diantra pewaris dan ahli kepada Ahli waris yaitu adanya hubungan darah, baik yang menurut undang-undang maupun yang diluar perkawinan, dan suami atau istri yang hidup terlama.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan