PEMERASAN OLEH OKNUM WARTAWAN APA HUKUMANNYA?

November 18, 2015


Pertanyaan:
Saya ada kasus dimana saya didatangi wartawan dengan menunjukkan koran dan identitas (ID wartawan) dan mengatakan akan memblowup suatu masalah yang ada pada diri saya, Apakah bisa seorang yang mengaku wartawan melakukan pemerasan, supaya suatu kasus tidak di blowup di Koran. Apa hukumannya? Mohon Penjelasannya.
Gambar Ilustrasi Pemerasan
Jawab:
Dalam Peraturan Perundang-Undangan profesi wartawan diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers (“UU Pers”), Pada Pasal 1 angka 4 UU Pers mengatakan Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan Jurnalistik. 
Seorang wartawan juga harus tunduk pada suatu Kode Etik Jurnalistik sebagaimana diatur pada Pasal 7 ayat 2 UU Pers.
Jika ada seorang mengaku wartawan dengan menunjukkan Koran dan Identitas dimana Dia bertugas kita bisa cek yang bersangkutan keperusahaan Pers (Koran tersebut), jika benar bahwa orang tersebut adalah seorang wartawan yang sudah tunduk pada Kode Etik Profesi yaitu Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (“Kode Etik”).
Pada Pasal 4 Kode Etik mengatakan:
Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita, tulisan atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu Pihak.
Artinya adalah seorang wartawan tidak boleh menerima atau bahkan “Meminta” imbalan baik berbentuk materi, uang atau fasilitas lainnya kepada seseorang supaya kasus tersebut tidak di muat dalam Koran atau Media lainnya. Atas perbuatan wartawan tersebut Anda bisa mengadukan kepada Perusahaan Pers yang bersangkutan dan Dewan Pers.
Selain Kode Etik tersebut, Pemerasan yang Anda katakana bisa juga dipidanakan dengan Pasal 369 ayat (1) Kitab Undang-Undang hukum Pidana (“KUHP”) yang mengatakan:
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”
Jika ada kasus sebagaimana yang Anda Jelaskan, Anda dapat melakukan pengaduan ke Kepolisian setempat terkait tindak Pidana yang memenuhi pasal 369 ayat (1) KUHP. Karena pada ayat (2) Pasal tersebut mengatakan kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena Kejahatan.
Demikian Sharing dari Kami, Mudah-mudahan menjawab. Terimakasih
Daftar Pustaka:

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 
  2. Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia 
  3. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan