CUTI BERSAMA DAN CUTI TAHUNAN

Desember 21, 2015


Pertanyaan:
Selamat Pagi, saya mau bertanya tentang Cuti. Saat ini saat bekerja di sebuat perusahaan swasta sejak Februari 2015 (atau kurang lebih 10 Bulan) saya mau mengambil cuti dengan mengikuti cuti bersama sebagaimana yang tertera dalam kalender 2015, bagaimana aturan secara hukum?
Sumber Gambar: www.Careerealism.com
Jawab:
Selamat Pagi,
Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaa”) tidak ada dijelakan mengenai Cuti Bersama sebagaimana yang terdapat pada kalender, namun secara detail hal ini bisa kita lihat dalam Keputusan Bersama Meteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Nomor 3/SKB/MEN/V/2014 Nomor 02/SKB/MENPAN/V/2014 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2015 (“SKB 2015”)yang pada intinya menjelaskan bahwa pelaksanaan cuti bersama diperhitungkan dengan mengurangi hak cuti tahunan pegawai/karyawan/pekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku pada setiap unit kerja/satuan organisasi/lembaga/perusahaan. SKB 2015 dibuat setiap tahun dari beberapa tahun terakhir dengan ketentuan yang sama mengenai penggunaan cuti bersama.
Penggunaan cuti bersama merupakan bagian dari penggunaan cuti tahunan sebagaimana dimaksud pada Pasal 79 ayat 2 huruf c  UU Ketenagakerjaan yang berbunyi:
“Cuti tahunan, sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus;”
Artinya adalah seorang Pekerja/Buruh memiliki hak untuk cuti setelaah pekerja/buruh tersebut sudah bekerja selama minimal 12 (dua belas) bulan secara berturut-turut, sementara Anda mengatakan bahwa Anda baru bekerja selama 10 (sepuluh) bulan di Perusahaan Anda sekarang bekerja.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka suatu perusahaan memiliki hak untuk menolak permintaan cuti (untuk melakukan cuti bersama) dari pekerja/buruh. Kalaupun Perusahaan memberikan ijin hal ini biasa disebut dengan cuti diluar tanggungan dimana perusahaan memberikan kesempatan cuti kepada Pekerja/Buruh yang belum memiliki hak cuti menurut peraturan dengan memotong gaji Pekerja/Buruh tersebut secara pro rata sesuai dengan jumlah ketidak hadirannya.
Namun disamping itu semua, kepada Perusahaan dan Pekerja/Buruh diberikan hak untuk mengatur tentang cuti tahunan dalam Perjanjian Kerja Bersama, Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja sehingga jika ada aturan yang Anda sepakati dengan Perusahaan maka bisa jadi pertimbangan.
Demikian Sharing dari Kami, semoga bermanfaat. Terima Kasih.
Daftar Isi:

  1. Keputusan Bersama Meteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Nomor 3/SKB/MEN/V/2014 Nomor 02/SKB/MENPAN/V/2014 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2015
  2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan