Dilarang Parkir dan Dilarang Berhenti
harianjalegal.com , Hukum Pidana / Januari 22, 2016

Rambu Lalu Lintas Akhir-akhir ini muncul di media sosial dimana ada perdebatan antara seorang Supir Taxi dengan Polisi. Dari Video tersebut Supir Taxi yang berhenti di bawah rambu lalu lintas dilarang parkir (tanda huruf “P” warna hitam di coret warna merah) kemudian didatangi oleh dua orang Polisi dan mengatakan Supir Taxi melanggar rambu lalu lintas sehingga menilangnya sementara dilain sisi Supir Taxi yang selalu berada di dalam taxi merasa tidak melanggar rambu dengan dalil hanya berhenti untuk melihat compressor taxi. Berdasarkan hal tersebut maka kita akan membahas tentang Larangan Parkir dan Larangan Berhenti atau Stop. Jika kita melihat Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan (“UULLAJ”) Pasal 106 ayat (4) huruf a mengatakan bahwa:                 Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan: a.      Rambu perintah atan rambu larangan; Jika si pengendara melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Pasal 106 ayat (4) huruf a maka sesuai dengan Pasa 287 UULLAJ mengatakan: Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau  larangan yang dinyakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana…