Perjanjian Tukar Menukar
harianjalegal.com , Hukum Perdata / April 11, 2017

Saya ingin melakukan barter barang dengan tetangga saya, berupa handphone dengan kamera. Apakah hal itu diperbolehkan oleh hukum? Bagaimana aturannya? Jawab: Dari pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Barter adalah perdagangan tukar menukar, sehingga asumsi kami atas pertanyaan tersebuat anda dan tetangga anda akan melakukan suatu kegiatan tukar menukar handphone dengan kamera. Pada umumnya tukar menukar bisa dikatakan sama dengan perjanjian yang lainnya karena perjanjian tetap mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) Pasal 1320. Seseoarang yang ingin melakukan suatu kesepakatan tukar menukar secara hukum diperbolehkan oleh hukum Indonesia. Hal ini diatur di Pasal 1541 sampai 1546 KUHPer. Pada pasal 1546 KUHPer dijelaskan juga bahwa aturan pada perjanjian jual beli berlaku pada perjanjian tukar menukar. Pasal 1541 KUHPer menyimpulkan bahwa kedua belah pihak yang sepakat untuk saling memberikan barang dan kedua belah pihak saling menyerahkan hak milik masing-masing kepada pihak yang lain, hal ini biasa disebut dengan perjanjian tukar menukar. Dalam perjanjian Tukar Menukar yang menjadi subyek perjanjian adalah pemilik barang yang akan dilakukan penukaran. Dari para pemilik barang tersebut yang akan saling menyerahkan hak miliknya. Sedangkan obyeknya adalah setiap barang atau benda yang dapat dijual, hal ini sesuai dengan Pasal 1542 KUHPer. Secara khusus ada sifat dari Perjanjian Tukar…