Peradilan Semu:Belajar Jadi Penegak Hukum Yang Baik

April 13, 2017

Ilustrasi: Unit Peradilan Semu FH UNNES

Banyak orang beranggapan lulusan/orang yang masih kuliah di perguruan tinggi hukum tahu tentang hukum. Sehingga mereka akan bertanya hal kecil apapun kepada orang hukum tersebut. Sebenarnya dari kejadian tersebut adalah suatu harapan bahwa sarjana hukum dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan hukum yang didapat selama kuliah.

Ketika kuliah, mahasiswa hanya dibatasi waktu bertatap muka dengan dosen. Baik jumlah pertemuan (biasanya 14 kali) atau jam perkuliahan, sehingga tidak semua ilmu dari setiap mata kuliah bisa mahasiswa dapatkan. Mahasiswa hukum pasti belajar tentang hukum acara, sebagian besar kampus akan menyuruh mahasiswanya untuk melakukan survei di pengadilan bisa juga sampai melakukan penelitian dan prektek kerja lapangan. Atau bagi yang senang membaca akan merasa hal itu sudah sempurna, sehingga mereka hanya bisa kampus, pulang ke kos/rumah dan ke warung makan. Namun apakah itu cukup? Saya secara pribadi mengatakan TIDAK!

Bagi mahasiswa hukum, sebagian besar memiliki cita-cita ingin menjadi bagian dari penegak hukum. Ada yang ingin jadi jaksa, hakim, panitera atau advokat dan lain-lain. Tentunya dengan memiliki cita-cita tersebut, mereka harus (akan) tau apa yang menjadi tugas mereka jika mereka berhasil menggapai cita-citanya.

Di Fakultas Hukum selain mahasiswa belajar di kelas tentang hukum, mahasiswa juga dapat belajar di Peradilan Semu. Bagi orang yang tidak kuliah di fakultas hukum/sekolah tinggi hukum pasti bingung dengan Peradilan Semu, bahkan bisa dikatakan orang yang kuliah di fakultas hukum pun bisa saja tidak mengerti tentang Peradilan Semu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI) peradilan adalah segala sesuatu mengenai perkara pengadilan. Sedangkan semu adalah tampak seperti asli (sebenarnya), padahal sama sekali bukan yang asli (sebenarnya). Dari Kedua istilah tersebut bisa disimpulkan bahwa peradilan semu merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan perkara pengadilan yang dilakukan seperi asli atau rekaan dari peradilan yang sebenarnya. Ingat, peradilan yang sebenarnya. Bukan yang ada suap-suapnya ya.heheh

Peradilan semu atau biasa disebut dengan moot court adalah suatu wadah bagi mahasiswa hukum yang “ingin” belajar lebih banyak tentang bagaimana beracara di dunia hukum. Tentunya dengan belajar praktek hukum acara di peradilan semu mahasiswa pasti akan belajar hukum materilnya.

Saat ini banyak kampus-kampus yang melakukan kerjasama baik dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta untuk melakukan suatu kompetisi peradilan semu tingkat nasional atau regional. Dengan adanya kompetisi inilah yang menyebabkan kampus-kampus yang berniat untuk mengikuti lomba membentuk suatu komunitas atau secara umum disebut unit kegiatan mahasiswa peradilan semu (setiap kampus memiliki nama yang berbeda).

Selama mengikuti proses lomba, mahasiswa akan dihadapkan dengan perdebatan-perdebatan “ilmu” dalam membedah suatu kasus yang disediakan oleh penyelenggara kompetisi peradilan semu. Selain dari pada itu mahasiswa akan belajar praktek membuat berkas-berkasa perkara dari setiap pihak-pihak yang terkait dalam peradilan. Contohnya kompetisi pidana mereka akan “dipaksa” belajar kritis dan objektif dalam membuat surat dakwaan, nota keberatan , tuntutan, nota pembelaan, penetapan-penetapan, putusan dan lain-lain yang terkait dengan proses presidangan. Sama halnya dengan peradilan semu dalam kasus hukum lainnya, kita akan belajar membuat berkas pada setiap perkata. Dalam membuat berkas juga mereka akan belajar bagaimana dasar membuat berkas dan syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat berkas-berkas.

Setelah itu, mahasiswa akan belajar bagaimana bersikap dalam persidangan ketika kita nantinya menjadi bagian dari peradilan yang sesungguhnya. Dalam peradilan semu, mahasiswa tidak akan menemukan penasehat hukum, jaksa penuntut umum dan hakim atau panitera tidur dalam persidangan. Seperti yang saya katakan tadi kita melakukan apa yang seharusnya dalam peradilan.

Dan masih banyak yang bisa mahasiwa pelajari di peradilan semu.

Apakah tertarik untuk belajar di Peradilan Semu? Silahkan mencoba

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan