PERJANJIAN PINJAM PAKAI
harianjalegal.com , Hukum Perdata / April 21, 2017

Perjanjian Pinjam Pakai atau dalam bahasa belanda disebut bruiklening diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) Pasal 1740 sampai dengan Pasal 1753. Dalam Pasal 1740 KUHPer unsur-unsur Perjanjian Pinjam Pakai adalah: Adanya barang/obyek perjanjian; Secara Cuma-Cuma; Dengan kurun waktu tertentu; Adanya kewajiban untuk mengembalikan kepada peminjam objek perjanjian. Namun selain unsur tersebut dalam perjanjian pinjam pakai harus ada pihak yang meminjam dan peminjam, harus ada konsensus diantara kedua pihak serta ada kewajiban dari kedua belah pihak dalam perjanjian pinjam pakai. Yang menjadi subyek dalam perjanjian pinjam pakai adalah orang yang meminjamkan baik itu pemilik atau bukan pemilik barang dan orang yang memakai atau si peminjam pakai. Sedangkan obyek perjanjian pinjam pakai sesuai Pasal 1742 KUHPer adalah barang yang tidak musnah karena pemakaian baik itu benda tidak bergerak atau benda bergerak yang pada umumnya dbuat dengan akta. Kemudian dalam Pasal 1743 KUHPer ojek perjanjian pinjam pakai harus dapat berpindah tangan kepada ahli waris masing-masing pihak perjanjian kecuali dalam perjanjian diatur bahwa peminjaman diberikan khusus secara pribadi. Artinya adalah dalam perjanjian pinjam pakai jika pihak pemberi pinjaman meninggal makan akan diteruskan oleh ahliwaris peminjam, berbeda jika diperjanjiakan secara khusus maka perjanjian bisa putus. Kewajiban Para Pihak: Kewajiban Peminjam Pakai; Menyimpan dan memelihara…