Tindakan Asusila Oleh Anak

Mei 2, 2017

Pertanyaan

Apakah seorang yang telah melakukan perbuatan asusila dapat dipidana? Sedangkan pelaku sama-sama anak dibawah umur. Mohon untuk dijelaskan serta dasar hukumnya. Terimakasih

Pertanyaan Melalui Facebook

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaannya.

Sebenarnya mengenai tindak pidana yang dilakukan oleh anak sudah pernah kami buat, sebagaimana kami jelaskan tentang Ancaman Pidana Bagi Anak Yang Melakukan Pembunuhan dan tidak berbeda dengan perbuatan asusila.

Defenisi anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2000 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”) Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Mengenai anak yang diduga melakukan tindak pidana juga diatur dalam undang-undang Khusus, yaitu Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (“UU Peradilan Anak”). Pasal 1 angka 3 UU Peradilan Anak mengatakan bahwa anak yang berkonflik dengan hukum yang selanjutnya disebut anak adalah anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Dalam pertanyaan saudara tidak dijelaskan secara detail kronologis perbuatan asusilan yang saudara maksud. Namun kami akan menjelaskan secara umum Perbuatan asusila, perbuatan asusila berarti tindak pidana berupa pelanggaran asusila. R.Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal halaman 204 mengartikan kesopanan dalam arti kata “ASUSILA”, perasaan malu yang berhubungan dengan nafsu kelamin, misalnya bersetubuh, merabah buah dada orang perempuan, meraba kemaluan wanita, memperlihatkan anggota kemaluan wanita atau pria, mencium dan sebagainya. Dari Penjelasan R.Soesilo tersebut maka mengenai pasal asusila terdapat dalam BAB XIV tentang Kejahatan Terhadap Kesopanan yang dimulai dari Pasal 281.

Selain dari KUHP mengenai perbuatan-perbuatan yang berhubungan dengan KUHP tersebut juga diatur dalam Undang-Undang lain termasuk UU Perlindungan Anak. Kemudian pada Undang-Undang No. 11   Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) menyebutkan tentang pelanggaran kesusilaan, pada Pasal 27 ayat (1) menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Mengenai Pasal 27 ayat (1) ini sesuai dengan Pasal 45 ayat (1) UU ITE diancam penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1 miliar.

Berdasarkan beberapa contoh aturan perbuatan asusila diatas, perbuatan asusila yang saudara maksud bisa dikenakan pidana. Namun mengenai pelaku anak ada hal pembeda. Peradilan Pidana Anak dengan orang dewasa adalah mengenai lama pidana penjara yang diberikan kepada Anak. Sesuai dengan Pasal 81 ayat (4) UU Peradilan Anak bahwa pidana yang dijatuhkan kepada anak paling lama adalah ½ (setengah) dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa.

Sebagai contoh jika anak tersebut diduga melakukan perbuatan sebagaimana Pasal 45 ayat (1) UU ITE yang ancamannya 6 tahun Penjara dan/atau denda 1 Miliar Rupiah, maka untuk anak tersebut hanya diancam 3 tahun penjara dan/atau denda 500 juta rupiah.

Demikian Penjelasan kami, terima kasih.

Daftar Pustaka:

  • Kitab Undang-Undang HUkum Pidana
  • Undang-Undang No. 23 tahun 2000 tentang Perlindungan Anak
  • Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

 

 

 

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan