NEGARA INI (TIDAK AKAN PERNAH) MAJU

Mei 11, 2017

Spanduk Ganyang Cina

Sejak merdeka 17 Agustus 1945 para pemimpin berusaha untuk memajukan negara Indonesia dengan berbagai konsep-konsep dalam pemerintahannya agar bisa bersaing dengan Negara-negara asia seperti Cina, Malaysia, Singapura dan Korea Selatan yang pada saat itu juga sama-sama sedang berjuang untuk memperkaya negara masing-masing. Namun sampai sekarang, diantara negara-negara tersebut Indonesia adalah negara yang sudah jauh tertinggal.

Akhir-akhir ini semakin kentara bagaimana orang memperdebatkan ideologi yang cocok untuk negara Indonesia, padahal Indonesia sendiri telah memiliki ideologi Pancasila yang lahir pada tanggal 1 Juni 1945.  Ada yang takut akan timbulnya ideologi Komunis karena berninvestasinya negara lain di Indonesia. Padahal dilain sisi presiden sekarang sedang bergerilya mengunjungi negara lain agar mau berinvestasi di Indonesia. Kemudian ada yang ingin negara Indonesia berideologi Khilafah. Sebenarnya dengan adanya peristiwa tersebut membuat Indenesia mundur 72 (tujuh puluh dua) tahun kebelakang dimana para founding father kita “memperdebatkan” pembentukan Pancasila.

Kita juga melihat bagaimana orang yang sedang berkumpul, meneriakkan dan membuat spanduk “ganyang cina”. Lucu emang negara Indonesia sedang dijajah cina? Kenapa dengan cina? Handphone cina kalian pada rusak?.

Banyak juga orang tidak rela dengan keberadaan WNI  keturunan tiongkok yang sepintas memiliki harta yang banyak di Indonesia tanpa berusaha untuk mengembangkan dirinya agar bisa menyaingi orang-orang yang maksud.

Negara ini tidak akan berkembang kalau orang hanya bisa mengeluh dan tidak mengembangkan dirinya dan bertekat untuk mengubah negara ini menjadi lebih baik. Karena salah satu cara mengubah negara ini adalah mengambil peran strategis, bukan hanya sekedar berkumpul dan berteriak tanpa mengerti substansi apa yang diteriakkan. Bukan berarti berdemonstrasi tidak memiliki manfaat, pasti ada manfaatnya makanya djamin oleh peraturan perungang-undangan. Tapi apakah cukup dengan berdemo secara berkelanjutan untuk mengubah negara ini?.

Yang paling bahaya adalah jika masih ada di negara ini yang mempersoalkan kepercayaan (agama), suku dan pandangan politik. Jika engkau berada dipihak si “x” maka engkau adalah kafir dan jika engkau berada di pihak si “z” maka engkau adalah teroris. Hahahahaha GA ADA HUBUNGANNYA. Di negara ini memiliki 6 (enam) agama yang diakui, jadi setiap orang berhak memilik agama dan kepercayaan masing-masing. Jika terkait dengan teroris, negara juga menjamin keamanan dengan adanya aturan yang mengatur secara khusus tentang teroris. Jadi sekali lagi tidak ada hubungan antara pilihan politik dengan kafir atau teroris.

Kemudian ketika pemuka-pemuka agama (agama manapun) menjadi alat politik sehingga ditempat ibadah akhirnya tidak menyebarkan kebaikan melainkan menjadi pangggung kampanye yang hanya bertujuan memenangkan calon yang pemuka agama tersebut suka

Kalau orang-orang seperti di atas masih berkembang di Indonesia, maka negara indonesia tidak akan berubah dan akan tetap seperti sekarang bahkan mengalami kemunduran. STOP………..!!!!!!!

Semoga Indonesia sekarang dan selanjutnya berada ditangan orang-orang yang bisa membangun NKRI tanpa mengubah apa yang sudah diperjuangkan pahlawan kita.

J A Y A L A H   I N D O N E S I A

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan