MENJADI SAKSI DALAM SUATU PERKARA PIDANA
Hukum Acara Pidana , Hukum Pidana / Mei 17, 2017

Pada sebuah perkara pidana penegak hukum akan mencari kebenaran materil demi tercapainya suatu titik terang mengenai perkara tersebut. salah satu cara yang dilakukan adalah mengumpulkan alat bukti seperti yang termuat dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang HUkum Acara Pidana (“KUHAP”) yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Salah satu hal yang paling penting dalam pembuktian suatu perkara adalah adanya saksi baik yang diajukan terdakwa/tersangka atau yang diperoleh sendiri oleh penegak hukum. KUHAP memberikan Penjelasan bahwa saksi adalah orang bisa memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suaru perkara pidana yang ia dengan sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri (lihat Pasal 1 angka 26) dan Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengan sendiri, ia lihat sendiri dan Ia alami sendiri dengan menyebut alasan pengetahuannya itu (lihat Pasal 1 angka 27 KUHAP). Namun Penjelasan mengenai saksi ini diperjelas dan dipertegas kembali dalam putusan Mahkamah konstitusi No.65/PUU-VIII/2010 tentang pengujian Undang-Undang No. 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yang mengatakan bahwa saksi termasuk juga orang yang dapat memberikan keterangan dalam rangka penyidikan, penuntutan, dan peradilan suatu tindak pidana yang tidak selalu ia…