SURAT PERNYATAAN DALAM PERDAMAIAN
Hukum Perdata , Hukum Pidana / Mei 18, 2017

Pertanyaan: si A melakukan pencemaran nama baik si B A=pelaku dan B=korban si A telah membuat surat pernyataan bermaterai. Surat trsebut ditandatangani oleh si A yg tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan ditandatangani si B bahwa masalah telah selesai dan tidak akan membawa ke proses hukum selanjutnya. keduanya disaksikan oleh Kepala dusun sebagai penengah/saksi. Dalam kasus ini siapa yag berhak menyimpan berkas asli surat pernyataan tersebut? Si B sebagai korban atau si Kepala Dusun yang ngotot menyimpan dengan alasan sebagai kepala wilayah. Mohon pencerahannya. Jawaban: Terima kasih atas pertanyaan saudara, Sebelumnya kami akan membahas tentang pencemaran nama baik yang saudara kemukakan. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) hal yang berhubungan dengan pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 310 sampai dengan Pasal 321 yaitu Bab XVI tentang Penghinaan antara lain Penistaan Pasal 310 ayat 1, Penistaan yang dilakukan dengan bentuk surat Pasal 310 ayat 2, Fitnah Pasal 311 KUHP, Penghinaan ringan Pasal 315, Pengaduan Palsu atau Pengaduan Fitnah Pasal 317 dan Perbuatan Fitnah Pasal 318. Kami menganggap bahwa pencemaran nama baik yang saudara maksud ada termasuk dalam pasal yang ada di atas, untuk itu atas perbuatan tersebut si pelaku (si “A”) hanya dapat dilakukan penuntutan atas aduan yang dilakukan oleh Si…