HUKUMAN BAGI ANAK YANG MELAKUKAN PERCOBAAN TINDAK PIDANA

Mei 23, 2017

Pertanyaan:

Selamat pagi. Para mimber konsultasi & huku.

saya ingin bertanya masalah anak di bawa umur 17 th. Seorang anak memasuki rumah seorang polisi dan berniat ingin memcuri hp aksinya itu tertangkap oleh warga. Yg ingin saya tanyakan anak tersebut melangar undang-undang berapa dan pasal berapa.? Dan kalau menjalani hukuman berapa lama? Mohon penjelasannya.

Pertanyaan Konsultasi Dan Bantuan Hukum

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan saudara,

Dari pertanyaan saudara ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami:

  1. Anak Melakukan Tindak Pidana;
  2. Memasuki rumah untuk mencuri HandPhone;
  3. Percobaan Tindak Pidana Perncurian.

Sebagai informasi sebelum menjawab pertanyaan saudara kami sudah pernah menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan oleh anak yaitu Ancaman Pidana Bagi Anak Yang Melakukan Pembunuhan dan Tindakan Asusila Oleh Anak, hal ini bisa sebagai perbandingan atas tindak pidana oleh Anak.

Defenisi anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2000 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”) Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Mengenai anak yang diduga melakukan tindak pidana juga diatur dalam undang-undang Khusus, yaitu Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (“UU Peradilan Anak”). Pasal 1 angka 3 UU Peradilan Anak mengatakan bahwa anak yang berkonflik dengan hukum yang selanjutnya disebut anak adalah anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Sehingga anak yang saudara maksud dibawah 17 tahun sudah memenuhi syarat disebut anak dibawah umur.

Pencurian diatur dalam BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) tentang Pencurian. Dari pertanyaan saudara, Pasal yang bisa dikenakan yaitu Pasal 362 KUHP yang ancaman pidana penjaranya paling lama 5 (lima) tahun atau denda Rp. 900 atau dapat dikenakan Pasal 363 ayat (1) angka 5 KUHP yang ancaman pidana penjaranya paling lama 7 (tujuh) tahun.

Ilustrasi Gambar:birtorhderguy.com

Sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP (“PERMA 2 tahun 2012”) Pasal 3 yang mengatakan bahwa “Tiap jumlah maksimum hukuman denda yang diancamkan dalam KUHP kecuali pasal 303 ayat 1 dan ayat 2, 303 bis ayat 1 dan ayat 2, dilipatgandakan menjadi 1.000 (seribu) kali.” Artinya jika denda dalam Pasal 362 KUHP Rp.900 maka diubah menjadi Rp.900.000 (Sembilan ratus ribu rupiah).

Kemudian selanjutnya anda menyebutkan bahwa aksi anak tersebut tidak jadi karena terlebih dahulu di tangkap masyarakat. Oleh karena itu si anak dapat dikatakan melakukan tindak pidana percobaan. Percobaan tindak pidana diatur dalam Pasal 53 KUHP yang berbunyi:

  • Mencoba melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah ternyata dan adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri.
  • Maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dalam hal percobaan dikurangi sepertiga.
  • Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
  • Pidana tambahan bagi percobaan sama dengan kejahatan selesai.

Menurut R.Soesilo pada bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal halaman 69 mengatakan bahwa percobaan artinya menuju ke suatu hal akan tetapi tidak sampai kepada hal yang dituju itu, atau hendak berbuat sesuatu , sudah dimulai, akan tetapi tidak selesai, misalnya hendak membunuh orang, orangnya tidak mati, hendak mencuri barang, tetapi tidak sampai dapat mengambil barang itu. Menurut pasal ini, maka supaya percobaan pada kejahatan dapat dihukum, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Niat suda ada untuk berbuat kejahatan itu;
  2. Orang sudah memulai berbuat kejahatan itu;dan
  3. Perbuatan kejahatan itu tidak jadi sampai selesai, oleh karena terhalang oleh sebab-sebab yang timbul kemudian, tidak terletak pada kemauan penjahat itu sendiri.

(baca juga: Apakah Pembaca Meter Bisa Dipidanakan? )

Jika kita hubungkan dengan pasal 362 KUHP maka hukuman bagi yang melakukannya dikurangi sepertiga. Karena Ancaman pidana penjara Pasal 362 KUHP adalah 5 (lima tahun) maka menjadi 3 (tiga) tahun 4 (empat) bulan atau denda Rp.600.000. Jika dikenakan Pasal 363 KUHP yang hukumannya diancam penjara 7 (tujuh) tahun maka menjadi 4 (empat) tahun 8 (delapan) bulan.

Namun berbeda jika anak yang melakukan tindak pidana tersebut. Sesuai dengan Pasal 81 ayat (4) UU Peradilan Anak bahwa pidana yang dijatuhkan kepada anak paling lama adalah ½ (setengah) dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa. Karena ancaman bagi orang dewasa atas Pasal 362 KUHP adalah Penjara 3 (tiga) tahun 4 (empat) bulan atau denda Rp.600.000, maka untuk anak menjadi Penjara 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan atau denda Rp.300.000. Kemudian karena ancama bagi orang dewasa atas Pasal 363 KUHP adalah penjara 4 (empat) tahun 8 (delapan) bulan, untuk anak menjadi 2 (dua) tahun 4 (empat) bulan.

Demikian Penjelasan kami. Terima kasih

Daftar Pustaka:

  • Kitab Undang-Undang HUkum Pidana
  • Undang-Undang No. 23 tahun 2000 tentang Perlindungan Anak
  • Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
  • Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan