Harta Gono Gini (Gana-Gani)
Hukum Keluarga dan Waris / Mei 29, 2017

Pertanyaan: Assalamu’Alaikum Mau Tanya Pak Bu yg terhormat Aabila SEORANG suami yg mengajukan Cerai apakah SEORANG Istri mendapat hak gono Gini. Jawaban: Terima kasih atas pertanyaan Saudara, Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, gono-gini atau gana-gini merupakan harta yang berhasil dikumpulkan selama berumah tangga sehingga menjadi hak berdua suami dan istri. Di Indonesia aturan mengenai gono-gini termuat dalam berberapa ketentuan, seperti: Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) Pasal 119; Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) Pasal 35 ayat (1); Kompilasi Hukum Islam (“KHI”) Pasal 85. Pada intinya dari ketentuan-ketentuan di atas mengatakan bahwa gono-goni merupakan harta yang dikumpulkan selama masa perkawinan oleh suami atau istri. Lalu bagaimana jika ada perceraian? Jika ada perceraian baik yang digugat oleh suami atau istri maka untuk yang beragama islam sesuai dengan Pasal 96 dan 97 KHI harta yang diperoleh selama perkawinan berlangsung apabila ada perceraian maka masing-masing memperoleh setengahnya. Sedangkan untuk yang beragama non islam sesuai dengan Pasal 128 KUHPer dan Pasal 37 UU Perkawinan di atur hal yang sama. Oleh sebab itu jika ada perceraian maka suami-istri dapat melakukan musyawarah atas harta gono-gini. Namun jika tidak ditemukan kesepakatan, maka dapat dilakukan melalaui putusan pengadilan agama bagi yang beragama islam atau pengadilan negeri…