1 Juni 2017: Saya Pancasila Saya Indonesia

Juni 1, 2017

Gambar: Google

Tahun lalu Polisi Filipina mengatakan bahwa di negara mereka ISIS yang menginginkan ideology Khilafah tidak beroperasi di negara mereka. Dan tahun ini, kita bisa melihat di media-media nasional maupun internasional bagaimana ISIS menduduki kota Marawi.

Tahukah kita bahwa Marawi merupakan sebuah kota yang diproklamirkan menjadi kota islam satu-satunya di Filipina walaupun kebanyakan penduduk muslimnya banyak di Kepulauan Sulu atau Bangsamoro? Meski demikian, kota ini kota yang sangat damai bertetangga dengan kota tetangga yang mayoritas beragama Kristen/Katolik?, bahkan di kota itu sendiri yang juga dihuni agama selain Islam. Tapi apa, kota ini dalam hitungan hari menjadi kota mati sejak kedatangan kelompok Maute yang berbaiat dengan kelompok ISIS. Ratusan orang menjadi korban jiwa, dari kelompok ISIS, Pasukan Filipina tidak terkecuali warga sipil menjadi korban.

Mereka sadar bahwa kedatangan kelompok ekstreamis tersebut bukan karena perselisihan antara agama yang satu dengan yang lain, sekali lagi mereka sangat damai disana. Tidak ada sakit hati diantara mereka, yang muslim menyelamatkan orang-orang Kristen yang menjadi incaran kelompok ISIS.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah kita sudah siap jika suatu saat kedatangan kelompok ISIS. Walupun tidak bisa dipungkiri sudah ada orang-orang yang ditangkap oleh Densus 88 karena ISIS.

Personil Indonesia bisa saja siap, tapi bagaimana dengan warga sipil yang akhir-akhir ini gemar mengkafir-kafirkan orang lain. Beda agama, yang satu mengatakan Kafir yang satu lagi mengatakan teroris. Sementara satu agama juga menjadi masalah karena berbeda mazhab, beda suku serta beda pandangan politik.

Terakhir, seorang dosen ditangkap karena menyebut Jokowi adalah PKI, Cina PKI, AhoK harus dipenggal sebagaimana diungkapkan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto. Lagi-lagi karena mempermasalahkan ideologi!.

Sudah hampir 72 Tahun Indonesia merdeka, kita meributkan ideoligi apa yang ada di Indonesia?, bukankah setelah penjajahan kita semakin bersatu. Bukan semakin memprihatinkan, di hari lahir Pancasila ini kita masih memperdebatkan ideologi yang cocok buat Indonesia. Jelas, buka ideolgi agama tertentu, komunis atau ideoligi setan sekalipun.

Pancasila sebagai ideologi bangsa ini pertama kali diperkenalkan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, jadi jangan sebut tanggal itu tanggal pancasilanya PKI. Pada proses pembuatan Pancasila ini para tokoh kebangsaan dan golongan islam sudah melakukan perdebatan yang pada akhirnya mereka sepakat dan  menetapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Lalu kenapa kita kembali lagi-lagi berdebat mengenai ideologi yang cocok?.

Mari bangkit saudara-saudara kita tidak perlu memperdebatkan lagi apa yang cocok untuk bangsa ini. Kita jangan membuat sejarah memalukan. Buatlah sejarah 1 Juni 1945 untuk membangun jati diri bangsa Indonesia agar pengaruh buruk dari pihak lain tidak mengikis kesaktian Pancasila.

Mulailah dengan diri kita mengamalkan nilai-nilai agama yang benar, bukan setengah-setengah. Maka Pancasila akan terbang tinggi. Jadilah warga Pancasila yang agamis, yang memiliki nilai kemanusiaan, jiwa pemersatu bukan pemecah belah, yang selalu bermusyawawah bukan penyebar berita bohong.

Betapa kayanya negara kita atas pulau, suku, agama dan bahasa. Mari kita jaga Bung! Saya Pancasila saya Indonesia.

 

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan