PERSEKUSI DALAM HUKUM PIDANA
Hukum Pidana / Juni 3, 2017

Negara Indonesia adalah negara hukum sebagaimana termuat dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 sehingga apapun yang dilakukan oleh masyarakat harus berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, jika mengetahui telah terjadi suatu tindak pidana bisa melakukan laporan ke Polisi hal ini sesuai dengan Pasal 108 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) mengatakan bahwa setiap orang yang mengalami, melihat, menyaksikan dan atau menjadi korban peristiwa tindak pidana berhak mengajukan laporan. Pasal 1 angka 24 KUHAP mengartikan laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadi peristiwa pidana. Dari Kedua pasal tersebut artinya setiap orang dapat melakukan pemberitahuan kepada yang berwenang telah terjadi tindak pidana. Akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa ada tindakan-tindakan persekusi oleh kelompok tertentu kepada orang lain karena dianggap melakukan kesalahan seperti melakukan begal, dianggap menghina seseorang atau melakukan kejahatan lainnya. Padahal dengan melakukan tindakan tersebut terhadap perbuatan orang lain sebenarnya adalah tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan di Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia  menjelaskan bahwa Persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Secara umum dalam Kitab Undang-Undang Hukum…