Hak Asuh Anak Ditinjau Dari Kaca Mata Hukum

Juni 21, 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb bpak ato ibu pengacara digrup ini…Sy domisili surabaya mohon bantuan bimbingannya,apabila orang tuanya bercerai apakah seorang anak umur 5 tahun hak asuhnya bs jatuh ke ayahnya…Atas perhatiannya sy ucapkan terima kasih 🙏🙏🙏

Gambar: Pertanyaan Dari Group Di Facebook

 

Jawaban:

Baik terima kasih atas pertanyaan anda,

Sejak dalam perkawinan dilangsungkan dan memperoleh anak maka sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tengan Perkawinan (“UU Perkawinan”) Pasal 45 ayat (2) mengatakan bahwa kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak sebaik-baiknya sampai anak itu kawin atau berdiri sendiri dan kewajiban itu berlaku terus meskipun perkawinan antara Kedua orang tua putus.

Namun adakalanya ditengah perkawinan ada masalah yang mengharuskan Kedua orang tua melakukan perceraia. Perceraian hanya dapat dilakukan di depan Sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan Kedua belah Pihak, baik itu pengadilan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri pada wilayah Pihak Suami atau Istri.

Akibat dari Perceraian pun diatur tentang tanggung jawab terhadap anak, hal ini diatur Pada Pasal 41 UU Perkawinan yang berbunyi:

Akibat putusnya perkawinan karena perceraian ialah:

  1. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan memberi keputusan.
  2. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu, bila bapak dalam kenyataan tidak dapat memberikan kewajiban tersebut pengadilan dapat menentukan bahwa ikut memikul biaya tersebut.
  3. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas isteri.

Artinya dari pasal diatas maka ada beberapa isu yang muncul terkait dengan hak akibat dari suatu perceraian antara lain:

  1. Penguasaan Anak dan Biaya Pemeliharaan dan Pendidikan Anak;
  2. Kewajiban suami terhadap istri;

Gambar: turnbacktogod.com

(Baca Juga: Hak Istri Atas Perceraian Beda Agama)

Pasal 41 UU Perkawinan secara jelas menyatakan bahwa orang tua baik Bapak maupun ibu berkewajiban memelihara dan mendidik anak, namun apabila tidak ada kesepakatan terkait dengan penguasaan maka Pengadilan dapat memberikan keputusan terkait itu, yang berarti Anda dapat memohonkan untuk diputus untuk hak pengasuhan anak ada pada Anda.

Lalu jika ada perceraian yang berakibat berpisahnya orang tua? Siapa yang megasuh anak? Bagi yang beragama islam hal ini jelas diatur pada Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (“KHI”)  berbunyi:

Dalam hal terjadinya perceraian:

  1. Pemeliharaan anak yang belum mumayyizberumur 12 tahun adalah hak ibunya;
  2. Pemeliharaan anak yang sudah mumayyizdiserahkan kepada anak untuk memilih diantara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaanya;
  3. Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayah.

Artinya adalah bahwa jika anak tersebut belum berumur 12 tahun maka yang berhak mengasuh anak adalah ibu dan jika sudah berumur 12 tahun maka anak tersebut diberikan hak untuk memilih diantara orang tua siapa yang berhak untuk mengasuh. Kemudian dalam proses hak asuh baik itu ketika masih di tangan sang ibu atau ketika anak sudah memilih pengasuh diantara orang tuanya maka ayah tetap memberikan tanggungan kepada anak.

Sementara bagi orang yang bukan beragama islam, tidak ada pedoman khusus seperti yang di atur dalam Pasal 105 KHI bagi orang islam. Oleh sebab itu, biasanya hakim akan memberikan putusan dengan berpedoman dari fakta-fakta persidangan serta argument yang dapat meyakinkan hakim.

Rujukan:

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
  2. Kompilasi Hukum Islam

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan