Gara-Gara Ini Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

Juli 5, 2017

Gambar: Potongan gambar Youtube Kaesang

Putra paling kecil Presiden Jokowi Widodo yang bernama Kaesang Pangarep yang dalam kesehariannya sering membuat Video Log atau Vlog. Dari Vlog ini ternyata tidak semua orang suka dengan isi materi yang ada dalam video youtube tersebut.

Salah satu video Kaesang yang berjudul #BapakMintaProyek yang diunggah pada tanggal 27 Mei 2017 dan sudah dilihat 1.4 jutaan pemirsa, akhirnya Muhammad Hidayat melaporkan Kaesang ke Kantor Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota pada minggu tanggal 2 Juli 2017 sebagaimana telah beredar di media sosial tentang Laporan Polisi Nomor : LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota.

Dalam video Kaesang ini ada adegan Kaesang menelepon Bapaknya yang meminta proyek triliunan yang ada di pemerintah karena sudah bosan dengan youtube. Setelah selesai percakapan melalui telepon, kaesang pun memberikan pesan yang berbunyi “emangnya masih jaman minta proyek sama orang tua yang dipemerintahan. Dasar ndeso, ini kayaknya disensor dasar ndeso biar lebih sopan, malu dong sama embel-embel gelar yang kalian dapet dari kuliah. Apalagi kuliahnya di luar negeri. Balik ke Indonesia bukannya membangun lebih baik malah ngehancurin. Dasar ndeso”.

Selain membahas tentang “minta proyek” ke orang tua, Kaesang juga membahas tentang Video yang sempat beredar dimasyarakat dimana anak-anak kecil yang berteriak “bunuh-bunuh si Ahok”. Atas video itu Kaesang memberikan tanggapan atas kekecewaannya karena anak kecil seperti dalam video itu sudah diajarkan untuk menyebarkan kebencian, mengajari anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Kaesang merasa bahwa sebenarnya mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa sehingga jangan sampai kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Kemudian Kaesang juga mengajak bagaimana membangun Indonesia yang lebih baik, maka harus kerja sama bukan saling menjelek-jelekkan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Bukan malah ada kemarin, yang tidak mau mensalatkan padahal sesama muslim karena cuma perbedaan dalam memilih pemimpin.

Dalam Video yang berdusari 2.41 Menit itu, selama Kaesang membahas hal-hal tersebut di atas Kaesang sebanyak kurang lebih 6 (enam) kali menyebutkan kata Dasar Ndeso.

Muhammad Hidayat melaporkan Kaesang karena kalimat dalam video tersebut patut diduga telah melanggar pasal penodaan agama dan ujaran kebencian sara sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Lalu apakah ucapan Kaesang dalam video di youtube dapat dipidana? Semoga polisi dapat bekerja secara professional.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan